Desa Daya Kampong Baro, Kecamatan Tiro, Pidie menyimpan cerita muram dalam riwayat operasi militer pada tahun 1989 silam. Tentara menyisir pemukiman dan memaksa warga untuk berkumpul. Empat orang dipisahkan, tiga di antaranya merupakan satu keluarga. Mereka semua tewas diberondong senjata aparat. Peristiwa ini menjadi pembuka dari rangkaian tragedi berikutnya di Tiro. Seiring waktu, tentara terus berdatangan ke daerah yang disebut-sebut sebagai kawasan basis GAM itu. Pos tentara didirikan di setiap desa, disusul penyiksaan demi penyiksaan yang terus terjadi di wilayah ini.