Senin pagi, 3 Mei 1999, ratusan warga dari sejumlah desa berkumpul di sekitaran Simpang KKA, Krueng Geukueh, Aceh Utara. Aksi tersebut merupakan puncak dari keprihatinan mereka, lantaran di tiga malam berturut-turut aparat datang mengintimidasi serta menganiaya warga di Desa Cot Murong dan Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, demi mencari anggota mereka yang dikabarkan hilang.

Simpang KKA semula menjadi lokasi dimana massa menghadang empat truk TNI yang akan memasuki Lancang Barat. Namun tragis, tak lama setelah itu aparat melakukan penembakan secara brutal ke arah massa. Korban tewas dalam perisitwa ini berjumlah 46 orang, korban luka tembak 156 orang dan korban hilang berjumlah 10 orang.