Nashiruddin Daud Ditemukan Tewas di Sumatera Utara

Nashiruddin Daud lahir di Padang Keuneuleh, Manggeng, Aceh Selatan pada 31 Desember 1942. Ia anggota DPR RI asal Aceh yang terkenal sering mengkampanyekan penuntutan terhadap pelanggaran HAM di Aceh. Ia juga merupakan wakil ketua komisi untuk penyelidikan pelanggaran HAM di Aceh.

Nashiruddin Daud merupakan politikus asal Aceh yang terkenal sering mengkampanyekan penuntutan terhadap Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan terdakwa pelaku  pelanggaran HAM di Aceh.  Pada November 1999 Nashiruddin Daud memilik peran penting dalam Komisi Penyelidikan Pelanggaran HAM di Aceh yang dapat memanggil sejumlah personel militer untuk ditanyai tentang pelanggran HAM Aceh masalalu. 

Pada 24 Januari 2000, Nashiruddin Bersama beberapa politisi lain melakukan kunjungan resmi dalam kegiatan Kongres Rakyat Aceh. Sekitar jam 14.00 WIB Nashiruddin dilaporkan diculik di Medan oleh seorang pria tak dikenal. menyusul pada 24 Januari 2000. Nashiruddin dan seorang lainnya dibawa oleh orang tidak dikenal dengan menggunakan mobil berjenis Mercedes berwarna hitam.

Keesokan harinya pada 25 Januari 2000, Nashiruddin Daud di temukan tewas di sibolangit, Sumatera Utara. Mayatnya ditemukan oleh polisi yang kemudian membawa jasad Nashiruddin kerumah sakit. Terdapat beberapa bekas luka pada jenazah Nashiruddin. Ini menunjukan korban telah disiksa sebelum di bunuh.

Kepolisian melakukan penyelidikan kasus penculikan dan pembunuhan Nashiruddin Daud. Ada dugaan bahwa milter terlibat dalam penyelidikan kasus Nashiruddin. Pada 16 Februari 2000, Kapolri Letjen Rusdihardjo menyatakan dalam sidang parlemen bahwa seorang Anggota SIRA sedang di selidiki sehubungan dengan kasus kematian Nashiruddin. Kemudian pihak SIRA membantah keterlibatan anggotanya dalam kasus tersebut. Kapolda Aceh Brigjen Bachrumsyah Kasman dalam wawancara di sebuah media menyatakan bahwa anggota SIRA tidak terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan Nashiruddin. Pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) juga mengeluarkan pernyataan publik ketidakterlibatan mereka dalam kasus Nashiruddin dan menolak untuk bertanggung jawab.

Pada September 2000 seorang warga sipil dan polisi militer ditangkap dengan tuduhan terlibat dalam pembunuhan Nashiruddin tapi keduanya tidak dikenai dakwaan yang kemudian diyakini bahwa mereka dibebaskan lagi.

Tinggalkan Balasan